Sabtu, 06 Oktober 2018

Hari ke - 27 : Obihiro Forest, Manabe Garden, Takahashi Manju-ya

Akibat bersepeda lebih dari 20 kilometer hari ini, biarlah foto yang berbicara..

Hutan "buatan" Kota Obihiro seluas 406,5 hektar


Peta hutan kota Obihiro. Hutan "buatan" yang dibangun sejak 40 tahun lalu

Jumat, 05 Oktober 2018

Hari ke - 26 : Value chain development; Care Kenya Challenge (2)

Kembali, hari ini kami melanjutkan studi kasus Care Kenya, salah satu NGO Internasional yang membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat di Garissa, Kenya. Melalui studi kasus ini setidaknya kami mempelajari bagaimana membuat suatu project/kegiatan yang dapat memberikan output (hasil) yang jelas dan terarah. 

Diskusi kelompok

Kamis, 04 Oktober 2018

Hari ke - 25 : Peran Kota Obihiro terhadap Pengembangan UKM

Kembali, hari  ini kami menerima materi dari salah seorang pegawai Kota Obihiro. Jika sebelumnya kami menerima materi tentang Food Valley Tokachi, kali ini kami menerima materi tentang "Product Development Support Program". 

Shogo Osanai namanya. Seumuran dengan saya, 33 tahun. Beliau banyak menjelaskan tentang pengembangan industri di obihiro serta program dukungan pengembangan produk yang diberikan kepada UKM. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah dukungan dana.

Rabu, 03 Oktober 2018

Hari ke - 24 : Koperasi Pertanian di Jepang

JA. Tulisan ini sangat mudah ditemui. Baik berupa gedung kecil maupun gedung besar. Milik siapa? Koperasi! Singkatan dari Japan Agriculture Cooperatives. Berikut adalah beberapa gedung yang memiliki logo JA yang sempat saya foto, menandakan bahwa gedung tersebut adalah milik koperasi.


Selasa, 02 Oktober 2018

Hari ke - 23 : Obihiro University of Agriculture and Veterinary Medicine

Sebelum memasuki ruang pertemuan, semua sepatu dilepas, harus diganti dengan sandal. Dari luar gedung. Jadi di pintu masuk gedung telah tersedia tempat penyimpanan sepatu, dan sandal ruangan untuk dipakai. Beberapa orang dari kami terpaksa memakai sandal yang kekecilan, karena orang Jepang perawakannya memang agak kecil.



Senin, 01 Oktober 2018

Hari ke - 22 : Best Practice Presentation

Biasanya hari-hari kami diisi oleh materi dari Tsuboi-san, instruktur kami. Namun hari ini, peserta yang menjadi narasumber untuk memberikan "Best Practice" atau program yang berhasil dijalankan di setiap negara peserta. 

Dimulai dari Yaman, Sudan Selatan, Nepal, Myanmar, Micronesia, Laos, Jamaica dan diakhiri dengan presentasi dari saya. Untuk 4 orang teman-teman yang lain akan diberikan kesempatan pada hari berikutnya. 

Minggu, 30 September 2018

Hari ke - 21 : Pray for Palu

Jutaan uang di kantong...
Kartu debet dan kredit berjejer rapi di dompet...
Semuanya tak bermakna...
Tak bisa dikunyah...

Bergetar hati ini mendengar asma Allah diucapkan para korban yang mengalami langsung kejadian itu. Melihat video betapa hancur nya kota Palu. Gedung megah, rumah mewah, banyak yang rata dengan tanah. Bahkan jembatan ikon kota Palu juga turut roboh. 

Teman-teman pelatihan banyak yang menyampaikan duka dan bela sungkawa terhadap apa yang menimpa kota Palu. Instruktur saya pun sempat mengirim pesan pribadi, menanyakan tentang kabar keluarga saya di Indonesia. Alhamdulillah, semuanya tetap aman, karena saya tinggal di Sulawesi Selatan, dan musibah terjadi di Sulawesi Tengah. Meskipun begitu, om saya (kakak Bapak) beserta semua anak nya di Palu. Informasi terakhir yang saya terima mereka semua selamat, Alhamdulillah. Namun tempat tinggal semuanya rusak berat. Hanya beratapkan langit. 

Ya Allah, selamat mereka semua yang tertimpa musibah. Tabahkan hati dan kuatkan mereka menghadapi cobaan ini. Sungguh, tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolonganMu, ya  Allah..😭