Senin, 15 Oktober 2012

Ikterus dan JAMPERSAL

Ikterus

Ikterus, atau kuning pada bayi merupakan keadaan dimana kadar bilirubin (suatu zat hasil pengolahan sel darah merah) yang meninggi di dalam darah. Sebetulnya, setiap orang memiliki bilirubin dalam sel darah merahnya. Setiap jangka waktu tertentu sel darah merah akan mati dan menguraikan sel-selnya diantaranya menjadi bilirubin. Normalnya yang bertugas menguraikan bilirubin tersebut adalah hati, untuk kemudian dibuang lewat BAB. Saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang mengambil tugas menguraikan bilirubin dalam sel darah merah bayi. Ketika bayi lahir, perkembangan hatinya belum sempurna sehingga belum dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya terjadi penumpukan bilirubin yang kemudian menyebabkan timbulnya warna kuning pada kulit bayi. (bidanku.com)

Minggu, 14 Oktober 2012

Ahlan wasahlan Anakku!


Pertanda (11-10-2012)

“Ayah, bangun. Perutku sakit” kata istriku membangunkan. Jam 1.30 pagi. Kupikir mungkin saja ini hanya kontraksi biasa, karena sudah sering istriku mengalami kontraksi. Bahkan pernah kami menyangka sudah waktunya akan melahirkan, juga karena sakit perut.

Namun sakit yang dirasakan kali ini beda. Jika selama ini sakit (kontraksi), kemudian berhenti, tetapi kali ini sakitnya berulang. Selang beberapa menit, sakit di perut datang lagi. Persis seperti yang tertera di banyak buku-buku yang membahas tentang kehamilan. Apabila kontraksi yang dialami  selang beberapa menit datang lagi, maka itu adalah salah satu pertanda akan melahirkan.

Rabu, 03 Oktober 2012

Ulang Tahun Pernikahan ke-3



Gugup. Keringat dingin. Jantung berdegup kencang serasa mau copot. Latihan sih, udah. Entah sudah berapa kali kalimat itu kuulangi. Kalimat yang akan kupertanggungjawabkan nanti, bukan hanya untuk diriku, tapi juga untuk seseorang. Seseorang yang akan mendampingiku, dalam suka maupun duka, susah maupun senang, hingga tua menjelang.

Itulah saat-saat ketika aku akan mengucapkan akad nikah. Perasaan yang tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata, karena hari itu aku akan melepas status yang lama dan mengupdate status baru

Rabu, 26 September 2012

Sang Penguasa Jalanan


Pukul tiga subuh. Suasana yang begitu dingin, sunyi akan pekatnya malam. Di antara jejeran rumah, suara mobil terdengar menderu-deru menandakan pengemudinya siap berangkat. Menorobos gelap dan dinginnya malam ketika orang lain masih terlelap dalam tidurnya. Sepanjang Jalan Manunggal, hanya dia yang terjaga. Terjaga akan tugasnya. Menuju pelosok pedesaan menjemput para pelanggan serta barang bawaannya menuju ke pasar. Memenuhi ruang mobil tidak hanya dengan penumpang, tetapi juga berkarung-karung sayur mayur. Tidak jarang hanya dia sendiri yang menaikkan lalu menyusunnya dengan rapi ke dalam ruang mobil yang sempit. Bahkan tidak jarang pula atap mobil pun dijadikan alas jika ruangan telah penuh sesak. Sesampai di pasar kemudian membongkar muatannya kembali lalu pulang ke "surga"nya menunaikan solat subuh dan berisitirahat sejenak melepas lelah.

Pukul enam pagi, ia kembali memacu mobilnya menyusuri jalan-jalan kota menuju pedesaan mencari penumpang, susul-menyusul dengan rekan-rekan seprofesi. Itulah keseharian yang ia lakoni. Pengemudi yang melintasi jalan berliku-liku, penuh tanjakan, menaik-turunkan penumpang, bergelut dengan asap kendaraan dan debu jalanan, panas dan teriknya waktu siang serta dinginnya waktu malam. Bahkan ketika sakit sekalipun.

Ibarat kantor, setir adalah penanya; jalanan adalah meja kerjanya; panas, asap dan debu jalanan adalah sejuk dan dinginnya hawa ruangan ber-AC. Semua ia lakoni demi sebuah pengharapan dan cita-cita. Agar kehidupan anak-anaknya kelak lebih baik dibanding dirinya. Prestise sebagai seorang ayah dan kepala keluarga. Ketika melihat anaknya tumbuh dewasa menuai sukses melalui pendidikan hasil dari kerja kerasnya. Ia tahu, impiannya bukan sekedar mimpi, dan harapannya bukan sekedar hasrat.

Betapa letih dan lelah ia bekerja seharian, namun tak pernah terlontar sedikitpun dari ucapannya kata letih dan berkeluh-kesah mengemban amanah dan memikul tanggungjawab. Betapa bersyukurnya ia ketika memperoleh pendapatan berlebih pada hari itu dan betapa bersabarnya ia ketika memperoleh kurang dari itu. Mempersembahkan rezeki yang halal bagi keluarganya, dan mempersembahkan abdi yang tulus kepada tuhannya.

Dia...Sang Penguasa Jalanan...
Dia...Ayahku...

Ya Rabb, ampunilah dosaku dan kedua orangtuaku. Sayangilah dan kasihilah mereka sebagaimana mereka menyayangi dan mengasihiku sewaktu kecil. Amin...